A ThoUsanD SpLeNDid SuNs


Berlatar belakang perang di Afghanistan selama pendudukan Soviet maupun perang saudara yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun, novel ini bercerita tentang 2 wanita Afghanistan yang menjadi korban tetapi pemberani dalam menjalani kehidupan mereka yang penuh penderitaan.

Cerita dimulai dengan seorang gadis kecil bernama Mariam. Sang ibu, Nana, begitu Mariam memanggilnya, adalah seorang pembantu yang bekerja pada seorang pengusaha terkemuka di Herat, sampai pada suatu saat, Jalil, sang pengusaha sekaligus ayah Mariam, menghamili dan membuangnya ke Gul Daman. Walaupun Jalil tidak pernah mengakuinya secara sah sebagai anak, namun Ia selalu rutin mengunjungi Mariam, bercerita mengenai banyak hal dan berjanji suatu saat akan mengajaknya menonton film pinokio. Mariam menaruh harapan besar terhadap Jalil, bahwa dia akan diterima oleh Jalil bersama anak-anaknya yang lain. Meninggalkan sang ibu sendiri, Mariam pergi menemui Jalil ke Herat, mengais-ais cinta dari sang ayah, tapi apa yang ia dapatkan hanyalah kesedihan dan luka, seperti yang pernah Nana katakan. Kehidupan masa kecil Mariam berubah secara tiba-tiba ketika kembali dari Herat, ia mendapatkan Nana menggantung dirinya sendiri.

Mariam dengan terpaksa menerima tawaran ayahnya untuk menikah dengan Rasheed, seorang pembuat sepatu berusia 40 tahun, untuk kemudian menetap di Kabul. Rasheed adalah lelaki yang memegang adat bahwa wanita harus memakai “burqa”, walaupun sebagian besar wanita di Kabul tidak mengenakannya. Bertahun-tahun Mariam hidup dalam ketakutan karena kekerasan yang sering kali dilakukan oleh suaminya, terutama setelah beberapa kali mengalami keguguran yang menyebabkan mereka tidak memiliki keturunan.

Cerita kemudian berpindah mengenai tetangga mereka, seorang gadis berusia 9 tahun bernama Laila, dan Tariq, temannya, beserta keluarga mereka. Saat itu Soviet masih menduduki Kabul, yang tentu saja buruk bagi bangsa tersebut, tapi di sisi lain memberikan kebebasan bagi para wanita, kesempatan yang selama ini sulit untuk diwujudkan. Kesempatan untuk belajar dan menjadi pintar…

Setelah Soviet pergi, kesengsaraan masyarakat Kabul semakin bertambah dengan terjadinya perang saudara. Kehancuran yang memporak-porandakan kota kabul memaksa sebagian rakyatnya untuk mengungsi ke negara tetangga terdekat, Pakistan, termasuk Tariq. Ketika saatnya Laila beserta keluarga akan meninggalkan Kabul, hantaman roket menghancurkan rumah beserta kedua orang tuanya.

Kedua cerita kemudian bersatu ketika Rasheed dan Mariam menjadi tempat berlindung setelah kedua orang tua Laila meninggal. Rasheed ternyata memiliki “hidden agenda”. Dia akan menjadikan Laila sebagai istri kedua walaupun Mariam berkeberatan. Akan tetapi Rasheed bertahan dengan keinginannya untuk bisa mendapatkan anak laki-laki sebagai ahli warisnya, meskipun Rasheed merasa benci karena Laila memberinya anak perempuan, Aziza, yang pada akhirnya dia mengetahui bahwa Aziza bukanlah anaknya melainkan anak Tariq.

Inti dari cerita ini adalah pertalian yang berangsur-angsur terjalin antara Mariam dengan Laila. Pertemanan diantara mereka membuat Rasheed menunjukkan sikap permusuhan dan sikap kasar, apalagi setelah usaha melarikan diri Laila & Mariam yang mengalami kegagalan dan diketahui oleh Rasheed. Sedikit kelegaan terjadi ketika Laila melahirkan seorang anak laki-laki, Zalmai, walaupun kelegaan itu hanya sebentar. Akhir dramatis buku ini bercerita tentang pembunuhan & pelaksanaan hukuman mati. Siapakah…???? find out yourself… 🙂

Membaca buku ini, daku sempat menitikkan airmata… merasa bersyukur berada dalam lingkungan yang memberikan kebebasan untuk mengecap pendidikan.. & belajar supaya pintar 🙂 dan sejauh yang daku mengerti, agama pun tidak pernah melarang hal tersebut. Jadi.. kenapa harus dilarang? membahayakan siapa?…

Perang antar siapa pun hanya akan menyengsarakan rakyat & hanya menyenangkan penguasa negeri itu sendiri…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s