2

The Curious Case of Benjamin Button


Casting : Brad Pitt, Cate Blanchett, Julia Ormond, Taraji P. Henson
Director : David Fincher

Film ini mendapat 5 nominasi dalam ajang Golden Globe 2009 kemarin, yaitu sebagai :
* Best Actor (Brad Pitt)
* Best Director (David Fincher)
* Best Screenplay (Eric Roth)
* Best Original Score (Alexandre Desplat)
* Best Motion Picture – Drama

Walaupun tidak mengantongi salah satu kategori tersebut sebagai pemenang, namun film ini tetap menarik untuk ditonton. Film ini diangkat dari cerita pendek karya F. Scott Fitzgerald dengan judul yang sama. Berkisah tentang perjalanan hidup seorang Benjamin Botton yang memiliki perkembangan fisik berbeda dari kebanyakan manusia normal. Perkembangan fisik yang terbalik, dimana dia lahir dalam keadaan fisik menyerupai orang tua namun sejalan dengan bertambahnya usia, justru fisiknya bertambah muda. Baca lebih lanjut

Iklan
1

SaUdaDeS dE RoCk


Setelah menghilang selama 13 tahun sejak album terakhir mereka ‘Waiting For The Punchline” (1995), kini mereka tergabung kembali dan mengeluarkan album terbaru bertitle “Saudades de Rock.” Dengan formasi band yang tidak mengalami banyak perubahan ; Gary Cherone (Vocals), Nuno Bettencourt (Guitar), Pat Badger (Bass), ‘n Kevin Figueiredo (Drums) yang menggantikan Mike Mangini mereka mengukuhkan kembali sebagai rock band yang masih layak diperhitungkan. Baca lebih lanjut

0

[ K-O-M-A ]


Sebenarnya udah lumayan lama tertarik dengan buku ini, terutama dengan tanda “Koma” besar yang menjadi covernya. Tidak ada sinopsis di bagian belakang buku yang biasanya bisa memberikan sedikit gambaran tentang isi cerita. Itu juga yang bikin daku maju mundur…. beli gak ya? hehehehe… dan IYA! it’s a good read!

Berkisah mengenai KODRAT, tokoh utama yang digambarkan dengan begitu sederhana dan jenaka. Tinggal bersama Kenangan, sang ibu, yang berprofesi sebagai perangkai karangan bunga (terutama karangan bunga duka cita), sejak kecil ia telah memiliki bakat yang secara tidak langsung menurun dari ibunya. Kepandaiannya dalam merangkai bunga sejak usia kanak-kanak membuat setiap rangkaian bunga yang dibuatnya begitu hidup dan membuat orang lain terpesona seperti keindahan cinta yang sedang mereka rasakan. Kodrat tumbuh sebagai pemuda yang begitu mencintai bunga karena baginya, bunga mampu menghalau setiap kesedihan yang ia alami. Baca lebih lanjut

0

(TaHuN) 69

Menghabiskan waktu 2 jam lebih buat muter2 cari buku padahal toko bukunya gak gede2 amit! 😀 Lagi sedikit males cari bacaan yang “berat” makanya cari yang kira2 menarik dan bisa bikin ketawa juga. Mata tertuju pada sampul oranye karya Ryu Murakami ini dengan sedikit membaca komentar yang tertera di sampul buku. Hhhmmm….. not really help.. but… it’s okay 🙂

HAHAHAHAHAHAHA… oops!!#&*@… blom cerita apa2 tentang buku ini dah NGAKAK duluan! 😀 Buku ini berkisah tentang segala hal yang terjadi pada tahun 69 di mana Kensuke Yazaki, selaku tokoh utama, menduduki bangku SMA. Suatu era yang dikenal juga dengan “Flower Generation” dimana “wabah” kaum hippies mulai bermunculan. Ken, anak SMA yang agak sedikit “nyeleneh” dibandingkan dengan anak2 lain seusianya, membenci segala suatu yang berbau “protokoler”. Sebenarnya kalau dibilang bodoh tidak juga, pencinta sastra, update dengan musik mancanegara terutama rock, anti kemapanan dan berani menghadapi resiko akan ide2 dan imaginasinya yang tergolong “rebel”. Ken mampu membuat membuat Sekolah Kita, tempat dia menimba ilmu, menjadi sorotan publik dan membuatnya ‘terkenal’ sebagai pembuat onar :-> Baca lebih lanjut

4

De WinSt


Terus terang pertama kali tertarik dengan buku ini karena cover depannya yang menurut daku “gloomy”, tapi tetap terlihat indah & menarik 🙂 Dengan mengusung : “Novel Pembangkit Idealisme”, buku ini mengajak kita untuk kembali menyelami masa-masa ketika pendudukan Belanda di Indonesia, yang difokuskan di P. Jawa, serta upaya yang dilakukan oleh kaum muda pada masa itu untuk bangkit melawan imperialisme Belanda.

Rangga Puruhita, putera pangeran keraton Solo, sekembalinya belajar dari negeri Belanda melihat kenyataan pahit tentang kemiskinan dan ketidakadilan yang melanda disekitarnya. Suatu keadaan yang jauh dari apa yang Ia bayangkan. “Politik Etis” yang berlaku hanya untuk kalangan tertentu, sedangkan rakyat kecil tetap miskin dan selalu menjadi pihak yang ditekan. Apalagi ketika ia mulai bergabung dengan pabrik gula De Winst, ketidakadilan itu semakin terlihat. Gaji yang diterima buruh pabrik gula itu jauh di bawah kebutuhan mereka sehari-hari. Baca lebih lanjut

0

A ThoUsanD SpLeNDid SuNs


Berlatar belakang perang di Afghanistan selama pendudukan Soviet maupun perang saudara yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun, novel ini bercerita tentang 2 wanita Afghanistan yang menjadi korban tetapi pemberani dalam menjalani kehidupan mereka yang penuh penderitaan.

Cerita dimulai dengan seorang gadis kecil bernama Mariam. Sang ibu, Nana, begitu Mariam memanggilnya, adalah seorang pembantu yang bekerja pada seorang pengusaha terkemuka di Herat, sampai pada suatu saat, Jalil, sang pengusaha sekaligus ayah Mariam, menghamili dan membuangnya ke Gul Daman. Walaupun Jalil tidak pernah mengakuinya secara sah sebagai anak, namun Ia selalu rutin mengunjungi Mariam, bercerita mengenai banyak hal dan berjanji suatu saat akan mengajaknya menonton film pinokio. Mariam menaruh harapan besar terhadap Jalil, bahwa dia akan diterima oleh Jalil bersama anak-anaknya yang lain. Meninggalkan sang ibu sendiri, Mariam pergi menemui Jalil ke Herat, mengais-ais cinta dari sang ayah, tapi apa yang ia dapatkan hanyalah kesedihan dan luka, seperti yang pernah Nana katakan. Kehidupan masa kecil Mariam berubah secara tiba-tiba ketika kembali dari Herat, ia mendapatkan Nana menggantung dirinya sendiri. Baca lebih lanjut

3

The Girls of Riyadh


Dimulai dari beredarnya email di dunia maya yang selalu ditunggu oleh pengguna internet di seluruh Saudi Arabia, seorang “anonymous” menggemparkan negara tersebut melalui email yang dikirimnya dengan mengungkapkan realitas kaum elite di Riyadh, terutama para wanita yang menjadi tokoh utamanya.

Dikisahkan mengenai persahabatan 4 wanita; Qamrah, Shedim, Michelle, dan Lumeis yang berasal dari kalangan elite di Riyadh, dengan pendidikan tinggi yang mereka peroleh serta pergaulan mereka yang lebih multi-kultural, mencoba untuk mendobrak tradisi masyarakat Arab yang dikenal kuat memegang hukum Islam. Kisah cinta ke 4 wanita ini, karir professional sebagai bagian dari pendidikan modern yang mereka peroleh, pemberontakan besar maupun kecil yang mereka lakukan terhadap tradisi bangsa Arab yang selalu menempatkan wanita sebagai objek yang hanya mampu “menerima” & “direndahkan”, menimbulkan konflik batin di tengah-tengah kultur masyarakat Arab yang telah mendarah daging. Mereka berusaha untuk tidak menjadi wanita yang lemah, menjadi kaum yang selalu direndahkan, dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Baca lebih lanjut